This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 06 Mei 2013

LIRIK LAGU JKT48 – GOMEN NE SUMMER


Dirimu duduk memeluk lutut
Di pinggiran geladak
Menghitung banyaknya ombak
Datang mendekat

Diriku ada di sampingmu
Seakan mau mengganggu
Saat sengaja ajak bicara
Kau memukul bahuku

Laut yang sangatlah biru
Menyerupai kasih sayang
Yang mengajari, suatu arti
Dari keabadian

Maafkan summer menyilaukan
Saat tatap wajahmu dari samping
Dalam hatiku ingin menyentuhmu lembut
Keisenganku saja

Maafkan summer cinta ini
Meskipun hanya teman terasa sedih
Hanya angin laut yang sejak dari dulu
Bertiup menujumu
Maafkan summer

Burung layang-layang putih
Mengelilingi langit
Seperti memanasi
Ayo cepat katakan

Akupun diseling bercanda
Melepas sepatu sneakers
Seketika lari sekuat tenaga
Bagai melarikan diri

Bersama habisnya nafas
Debaran ini menyakitkan
Walau kuhitung deburan ombak
Tak akan ada habisnya

Tetaplah summer kita berdua
Disinari cerahnya matahari
Perasaanku ini akan terus berlanjut
Apapun yang terjadi

Tetaplah summer lebih jauh
Menuju cakrawala ujung sana
Aku pun sendirian menapak langkah kaki
Tak mampu bilang suka
Tetaplah summer

Pasir pantai putih bersih
Seperti perasaan jujur
Yang memaksaku tuk minta maaf
Sayang yang terlalu dalam

Maafkan summer menyilaukan
Saat tatap wajahmu dari samping
Dalam hatiku ingin menyentuhmu lembut
Keisenganku saja

Maafkan summer cinta ini
Meskipun hanya teman terasa sedih
Hanya angin laut yang sejak dari dulu
Bertiup menujumu
Maafkan summer

LIRIK LAGU JKT48 - BABY, BABY, BABY !


I Love you baby baby baby, alihkanlah padaku
Pandangan kepada seseorang itu
Sadarilah ketukan dari diriku
Ku ingin jawaban dari rasa sayang

I Love you baby baby baby, tersenyumlah padaku
Bibir yang membuatku menjadi terpikat
Biarkanlah ku miliki dirimu walau hanya di dalam mimpi

Sebelum ku kecup aku terbangun, kelanjutannya masih tertahan
Selalu di saat-saat yang seru,
hanya diriku ditinggalkan seorang diri
Padahal sebentar lagi cintaku kan tersampaikan
Pasti kan segera lepas, ku jadi ingin mengejarnya

I Love you baby baby baby, kau idola diriku
Kehadiranmu bersinar dengan terangnya
Keajaiban bertemu denganmu, ku jadi tahu arti dari hidup

I Love you baby baby baby, ku ingin memelukmu
Dengan benar berikan cahaya musim panas
Kita bagaikan sepasang kekasih, suatu saat di dalam mimpi

I Love you baby baby baby, alihkanlah padaku
Pandangan kepada seseorang itu
Sadarilah ketukan dari diriku
Ku ingin jawaban dari rasa sayang

I Love you baby baby baby, tersenyumlah padaku
Bibir yang membuatku menjadi terpikat
Biarkanlah ku miliki dirimu walau hanya di dalam mimpi

SUNGAI TANPA MUARA


Elok senyum ayah sulit kulupa
Gagah tegap langkah ayah menapak penuh asa
Indah binar mata ayah pancarkan sinar penuh doa
Katakan “nak, kamu bisa”

Yakinnya derap langkah ayah
Obat penyirna rasa ragu ‘tuk melangkah
Jalan demi jalan dilaluinya
Asa demi asa t’rus digapainya
Nyanyian lelah tak pernah dilantunkannya
Alunan semangatlah yang selalu didendangnya

Elok nian senyum sang rembulan
Saksi bisu bukti taqwa ayah pada – Nya
Iringan dzikir dalam harap terlantun merdu
Kiranya ini harap akan hadirku

Yakinnya derap langkah ayah
Obat penyirna rasa ragu ‘tuk melangkah
Tapak demi tapak dilaluinya
Mimpi demi mimpi t’rus digapainya
Nilai hidup tersirat jelas darinya
Indahnya hidup hadir bersama
Gemercik peluh tanpa muara

ASAL USUL REOG PONOROGO


VERSI  KI  AGENG  KUTU
Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai Singa Barong, raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda - kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng Kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam.
VERSI BANTARANGIN
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
Sekarang, udah tahu ‘kan gimana sejarahnya Reog Ponorogo? Semoga dari artikel ini, owner ataupun reader bisa makin mencintai budaya negeri sendiri. Amiin J

BIOGRAFI BODEN POWELL


Sebelum kita mengenal lebih dalam tentang gerakan kepanduan, tidak boleh tidak kita mengenal pendiri gerakan kepanduan yaitu SIR ROBERT BODEN POWELL of GILWELL. Sir Boden Powell telah membuat LEAF of HISTORY / sebuah batu loncatan yang mengejutkan dunia. Berikut data – data Boden Powell :
  •  Lahir di London, Inggris pada 22 Februari 1857.
  • Nama lengkapnya ROBERT STEPHENSON SMYTH. Para pandu biasa memanggilnya Steefie. Yang baru dipanggil Robert / Sir Robert setelah mendapat gelar ksatria dari Raja Inggris.
  • Ayah dari Boden Powell, Domine Boden Powell. Seorang guru besar Universitas Oxford di Inggris. Beliau menikah dengan Henricta Grace Smyth, seorang Putri dari Admirald, Kerajaan Inggris William Smyth. Ibu Boden Powell adalah anak ke 7 dari 10 bersaudara. 3 saudara meninggal saat masih bayi. Berikut nama dari 9 bersaudara :

1.     Warrington
2.    George
3.    Augustus
4.    Frank
5.    Perose
6.    Agnes
7.    Henricta
8.    Jessie
9.    Boden Hacter
  • Ayahnya meninggal pada tanggal 11 Juni 1860, 3 tahun setelah Boden Powell lahir. Sehingga, sejak usia yang masih sangat muda, beliau menjadi yatim dan dituntut untuk mandiri.
  • Boden Powell meninggal pada 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya.
  • Boden Powell menikah dengan Olive St. Claire Soames.

 Sekian dulu ya berbagi untuk kali ini dari owner. Semoga bisa bermanfaat buat reader ataupun owner sendiri. Tunggu ya, buat artikel selanjutnya. Semoga bisa lebih bermanfaat J